Alhamdulillah selesai untuk bagian yang kedua ini, meskipun disaat ada aktifitas lain. Salam lestari untuk para pembaca, silahkan diteruskan membacanya yang sempat bersambung kemarin.
Senin,
25 Januari 2010 pukul 04.50 WIB di danau Taman Hidup. Bangun dari
tidur malam yang nyenyak, saatnya untuk sholat Subuh dan
mempersiapkan sarapan untuk tim. Udara pagi hari yang sejuk tanpa ada
polusi dan kebisingan disekitar kami. Fajar mulai menampakan
sinarnya, hangat yang dihasilkan sang fajar begitu terasa hangatnya,
wajar sih karena sebelumnya hampir seharian sudah di guyur hujan.
| Suasana pagi hari di danau Taman Hidup |
Menurut
cerita yang beredar, jika saat di danau taman hidup jangan
sekali-kali berbuat gaduh dengan berteriak atau semacamnya. Larangan
yang lainnya adalah tidak diperkenankan menyeburkan diri atau
memancing ikan di danau tersebut. Hal ini dikarenakan akan terjadi
hal-hal yang tidak diinginkan, contohya seperti tiba-tiba area danau
akan tetutup kabut yang tebal atau akan ada sosok yang akan muncul
dari danau taman hidup. Jadi kita harus menghormati apa yang ada di
alam bebas jika tidak ingin terjadi masalah kemudian hari. Percaya
atau tidak, ane kembalikan kepada pembaca yang budiman. :)
Sarapan
sudah siap, seperti biasanya menu para pendaki yaitu mie instan,
kornet, dan segelas susu hangat. Inilah sarapan di restoran alam yang
begitu indah tata letaknya interiornya dengan menu yang sederhana
tapi lumayan mengenyangkan. Pengisian tenaga sudah selesai saatnya
untuk bersih-bersih sampah yang sudah kami buat, packing lagi
dan persiapan untuk perjalanan yang lebih lama lagi dan lebih indah
dari sebelumnya. Menurut cerita dari teman ebes ane yang pernah
kesini sebelumnya, setelah danau taman hidup kami seakan-akan masuk
ke fantasi Jurassic
Park. Salah
satu teman ane yang namanya Ahmad tiba-tiba bilang “woow!!!, seru
juga tu jadi semakin penasaran”. Tenda sudah dikemas, otot-otot
juga sudah lemas setelah pemanasan saatnya untuk berangkat melangkah
lagi.


