Tampilkan postingan dengan label Merak Hijau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Merak Hijau. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 April 2013

Alhamdulillah selesai untuk bagian yang kedua ini, meskipun disaat ada aktifitas lain. Salam lestari untuk para pembaca, silahkan diteruskan membacanya yang sempat bersambung kemarin.

Senin, 25 Januari 2010 pukul 04.50 WIB di danau Taman Hidup. Bangun dari tidur malam yang nyenyak, saatnya untuk sholat Subuh dan mempersiapkan sarapan untuk tim. Udara pagi hari yang sejuk tanpa ada polusi dan kebisingan disekitar kami. Fajar mulai menampakan sinarnya, hangat yang dihasilkan sang fajar begitu terasa hangatnya, wajar sih karena sebelumnya hampir seharian sudah di guyur hujan. 

Suasana pagi hari di danau Taman Hidup

Menurut cerita yang beredar, jika saat di danau taman hidup jangan sekali-kali berbuat gaduh dengan berteriak atau semacamnya. Larangan yang lainnya adalah tidak diperkenankan menyeburkan diri atau memancing ikan di danau tersebut. Hal ini dikarenakan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, contohya seperti tiba-tiba area danau akan tetutup kabut yang tebal atau akan ada sosok yang akan muncul dari danau taman hidup. Jadi kita harus menghormati apa yang ada di alam bebas jika tidak ingin terjadi masalah kemudian hari. Percaya atau tidak, ane kembalikan kepada pembaca yang budiman. :)

Sarapan sudah siap, seperti biasanya menu para pendaki yaitu mie instan, kornet, dan segelas susu hangat. Inilah sarapan di restoran alam yang begitu indah tata letaknya interiornya dengan menu yang sederhana tapi lumayan mengenyangkan. Pengisian tenaga sudah selesai saatnya untuk bersih-bersih sampah yang sudah kami buat, packing lagi dan persiapan untuk perjalanan yang lebih lama lagi dan lebih indah dari sebelumnya. Menurut cerita dari teman ebes ane yang pernah kesini sebelumnya, setelah danau taman hidup kami seakan-akan masuk ke fantasi Jurassic Park. Salah satu teman ane yang namanya Ahmad tiba-tiba bilang “woow!!!, seru juga tu jadi semakin penasaran”. Tenda sudah dikemas, otot-otot juga sudah lemas setelah pemanasan saatnya untuk berangkat melangkah lagi. 

Tampilkan postingan dengan label Merak Hijau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Merak Hijau. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 April 2013

Perjalanan di 3.088mdpl Bagian Kedua

Alhamdulillah selesai untuk bagian yang kedua ini, meskipun disaat ada aktifitas lain. Salam lestari untuk para pembaca, silahkan diteruskan membacanya yang sempat bersambung kemarin.

Senin, 25 Januari 2010 pukul 04.50 WIB di danau Taman Hidup. Bangun dari tidur malam yang nyenyak, saatnya untuk sholat Subuh dan mempersiapkan sarapan untuk tim. Udara pagi hari yang sejuk tanpa ada polusi dan kebisingan disekitar kami. Fajar mulai menampakan sinarnya, hangat yang dihasilkan sang fajar begitu terasa hangatnya, wajar sih karena sebelumnya hampir seharian sudah di guyur hujan. 

Suasana pagi hari di danau Taman Hidup

Menurut cerita yang beredar, jika saat di danau taman hidup jangan sekali-kali berbuat gaduh dengan berteriak atau semacamnya. Larangan yang lainnya adalah tidak diperkenankan menyeburkan diri atau memancing ikan di danau tersebut. Hal ini dikarenakan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, contohya seperti tiba-tiba area danau akan tetutup kabut yang tebal atau akan ada sosok yang akan muncul dari danau taman hidup. Jadi kita harus menghormati apa yang ada di alam bebas jika tidak ingin terjadi masalah kemudian hari. Percaya atau tidak, ane kembalikan kepada pembaca yang budiman. :)

Sarapan sudah siap, seperti biasanya menu para pendaki yaitu mie instan, kornet, dan segelas susu hangat. Inilah sarapan di restoran alam yang begitu indah tata letaknya interiornya dengan menu yang sederhana tapi lumayan mengenyangkan. Pengisian tenaga sudah selesai saatnya untuk bersih-bersih sampah yang sudah kami buat, packing lagi dan persiapan untuk perjalanan yang lebih lama lagi dan lebih indah dari sebelumnya. Menurut cerita dari teman ebes ane yang pernah kesini sebelumnya, setelah danau taman hidup kami seakan-akan masuk ke fantasi Jurassic Park. Salah satu teman ane yang namanya Ahmad tiba-tiba bilang “woow!!!, seru juga tu jadi semakin penasaran”. Tenda sudah dikemas, otot-otot juga sudah lemas setelah pemanasan saatnya untuk berangkat melangkah lagi.