Daripada
bengong gak karuan mending ane corat-coret di blog ini. Hitung-hitung berbagi
pengalaman, cerita, kisah ketika uklam-uklam (jalan-jalan) ke salah satu gunung
yang ada di Provinsi Jawa Timur ini, yaitu Gunung Argopuro.
Kenapa
ane mengambil pengalaman ini untuk ane bagikan? Salah satu alasannya adalah begitu
indahnya pemandangan yang disajikan oleh Gunung Argopuro, yang tidak bisa
dilupakan sampai sekarang. Gunung Argopuro adalah gunung ke tiga yang ane kunjungi setelah Gunung Arjuno dan Gunung Welirang.
Gunung
Argopuro dengan ketinggian 3.088m dpl, secara administratif terletak di
perbatasan Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Jember, dan Kabupaten Situbondo.
Secara geografis terletak antara 8000’ - 8030’ LS dan 113030’
- 113045’ BT. Gunung Argopuro berada di jajaran dataran tinggi
Hyang. Gunung ini memiliki banyak puncak akan tetapi di kalangan pendaki ada
dua puncak yang popular yaitu Puncak Rengganis dan Argopuro.
Pendakian
ini di mulai pada hari Sabtu, 23 Januari 2010 dan 8 orang ikut serta dalam
pendakian ini, diantaranya ane, adik ane, ebes ane, Ahmad (temen ane), Pandu,
Rezky (dua nama tersbut temen adik ane), dan dua teman ebes ane yaitu Mas Habibi
sama Mas Mujib. Kami berdelapan sepakat
untuk memulai pendakian ini melalui jalur Bremi (Probolinggo) dan turun di
Baderan (Situbondo). Untuk malam yang pertama kami menginap di pangkalan bus
Akas yang sudah lama tidak beroperasi lagi dan bus Akas tersebut yang akan
membawa kami ke Bremi, start awal kami. Di pangkalan bus ini kami
mempersiapkan segala sesuatunya untuk menempuh perjalanan hampir seminggu
lamanya. Setelah pagi menjelang kurang lebih pukul 06.15 WIB kami bertujuh
melakukan packing untuk menuju Bremi tentunya dengan naik bus Akas yang
kecil.
Ketika sampai di Bremi kami menuju kantor polisi
yang sekaligus tempat untuk melakukan perijinan, setelah semua prosedur
perijinan sudah selesai kami mencari warung untuk memenuhi hak perut kami. Saat
sedang menikmati sarapan nasi campur dan segelas kopi ada seseorang warga yang
bertanya ke kami “mau kesana (Argopuro) lewat jalur ini ya mas ? hati-hati ya,
soalnya jalur ini jarang dilewati para pendaki”. Kami pun hanya bengong dan
mengeluarkan keringat dingin.
Jam
dinding warung sudah menunjukkan pukul 09.15 WIB, serta merta kami bergegas
untuk membayar makanan, persiapan dan berdo’a guna diberikan oleh Allah SWT
kemudahan dan kelancaran di pendakian kali ini. Di awal perjalanan kami sudah
disuguhi oleh perkebunan milik warga sekitar dan hutan lindung, ketika di
tengah perjalanan ada seorang nenek yang mengingatkan kami “ati-ati le, ojo
macem-macem” (hati-hati nak, jangan aneh-aneh), kami serempak menjawab “nggeh
bu, matur nuwun” (iya bu, terima kasih).
Waktu sudah menunjukkan pukul 10.00
WIB kami beristirahat sejenak di hutan pinus untuk meregangkan otot-otot kaki
yang sudah terasa capek berjalan dan sambil menikmati indahnya ciptaan Sang
Maha Pencipta. Capek hilang, semangat datang dan kami meneruskan perjalanan ke Danau Taman
Hidup, pos bermalam kedua setelah pangkalan bus Akas. Kaki-kaki kami mulai
melangkah, setapak demi setapak kami lewati di tengah pohon-pohon pinus yang
tinggi menjulang serta semak-semak yang rimbun. Baru satu jam perjalanan langit
mulai gelap tertutupi mendung yang pekat, kami bergegas mengeluarkan rain
coat yang ada di dalam tas carier masing-masing, tidak berselang
lama gerimis mulai turun disusul petir yang menyambar tidak karuan. Meskipun
sudah turun air dari langit semangat kami tidak ikut turun, yang ada kami
semakin bersemangat untuk segera sampai di Danau Taman Hidup.
Jalan
setapak yang kami lalui semakin licin dan menanjak dikarenakan terkena air
hujan yang turun semakin deras, kami hanya bisa berpasrah kepadaNya dan tetap
melangkah lurus ke depan. Dingin mulai menusuk tulangku, kaki mulai kram,hujan
semakin deras, petir semakin menggila tapi aku tetap berusaha untuk tetap
berjalan. Mengingat cuaca yang semakin tidak bersahabat kami memperbanyak
istirahat untuk memulihakn kondisi, disaat istirahat aku tidak menyangka kalau
ada lintah di kaki, dari bentuknya yang besar lintah itu sepertinya sudah
lumayan lama menghisap darahku. Salah satu rekan mengambil daun tembakau dari
dalam tasnya untuk di taburkan di sekitar lintah yang menempal di kakiku.
Masalah lintah sudah teratasi dan kami melanjutkan perjalanan di tengah hutan
yang masih perawan, eksotis, dan alami.
Waktu
tidak terasa sudah sore, jam ditangan pun sudah menunjukkan pukul 16.18 WIB
tapi sampai saat itu pos Danau Taman Hidup juga belum kelihatan. Tanpa aku
sadari, aku berkata dalam hati “apa kita dipermainkan di dalam hutan yang lebat
ini ?”, sesaat berkata seperti itu aku mencoba untuk membuang jauh-jauh pikiran
tersebut dan terus berdo’a kepadaNya. Jalan setapak yang semakin terjal dan
licin terus kami lewati, belokan-belokan sudah kami ikuti tapi belum juga
kelihatan danau yang di maksud.
Hari
semakin malam dan hujan juga tidak kunjung reda, kami bersyukur akhirnya danau
itu terlihat juga. Di danau inilah kami putuskan untuk bermalam. Tas telah
diturunkan, saatnya untuk mendirikan tenda. Berlahan-lahan hujan mulai reda
seiring redanya matahari yang menerangi bumi, kami masih sibuk untuk mendirikan
tenda dan menyiapkan makan malam. Perjalanan antara Bremi hingga Danau Taman
Hidup kami tempuh kurang lebih tujuh jam. Waktu menunjukkan pukul 17.45 WIB
saatnya untuk sholat jama’ qoshor
Magrib-Isya’. Setelah selesai sholat dan makan malam kami istirahat
untuk memulihkan kondisi fisik untuk perjalanan esok hari dengan tujuan Cisentor
yang tak kalah menarik dari perjalanan ke Danau Taman Hidup.
Sekian
dulu untuk bagian pertama ini. Kalau penasaran tunggu perjalanan di Argopuro
bagian kedua..hehehe ^_^




asek... asek...
BalasHapusdi tunggu postingan puncak gunung k
oyi brad,. ditunggu aja.. :)
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapuswidih pemandanagn nya bagus banget gan...!
BalasHapusmantap dah, kapan nih ngajak ngajak ane..? he
BalasHapus@joe : bener gan, ini masih awal belum berakhir keindahan di gungung ini.
BalasHapus@obat : low ke argopuro lagi kayaknya dah gk mungkin gan, tpi insya Allah tgl 23 Juni besok mau ke semeru..hehe
waaah dari postingannya bikin penasaran untuk melihatnya, meski itu dalam bentuk sebuah photo, tapi sayangnya kok dari sini gak bisa dilihat ya itu photonya, Tegar?
BalasHapus